#BahagiaItuSederhana

Semalam, dalam perjalanan pulang menuju Citayam yang permai dan tentram, ada pemandangan menarik yang saya temukan di gerbong perempuan CommuterLine.



Balita menangis dalam gerbong perempuan itu #wisbiyasa sih, namanya juga anak-anak yang cepat bosan dalam keadaan statis. Begitupun si balita lucu dalam gendongan nenek seperti di gambar tersebut.  Nangis terus, padahal jarum jam menunjukkan nyaris tengah malam.  Ternyata oh ternyata, si balita emoh duduk diam terus-terusan.  Seperti ibuk-ibuk lainnya yang membawa balita di kereta, hanging grip alias tiang-gelantungan adalah mainan yang menyenangkan untuk membuat si balita gembira lagi.


Dan itulah yang dilakukan si nenek, membiarkan cucunya bermain hanging grip sampai bosan untuk kemudian dilanjutkan lari-larian dalam gerbong yang lengang.

So, kalau bingung mau jalan-jalan kemana sama anak kamu kenapa nggak diajak muter Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi naik commuterline? Tentunya perhatikan jam-jam keberangkatan ya, supaya bisa melenggang riang di dalamnya :) 

(Gak Perlu) Antrilah Di Loket

Inget lagu lawasnya P Project yang hasil parodi "I can't love you like that"-nya Boys II Men?
Cerita tentang perjalanan ke luar kota dengan kereta bisnis, pleus sisipan pesan supaya antri (biar tertib cyint!) untuk beli tiket dan jangan saling serobot. Yeah, emang susah sih antri ini.  Semua orang maunya duluan. 

Makanya ketika PT KAI kemudian mengeluarkan sistem baru beli tiket kereta luar kota tanpa antri, saya termasuk orang yang mendukung dengan sepenuh hati *kibar spanduk*.  Kalau dulu, saya musti nitip temen (atau opis boy) untuk beli tiket kereta.  Sekarang sih lebih praktis lagi karena PT KAI udah kerja bareng dengan sejumlah merchant dan online ticketing.

Sebagai pemalas orang sibuk, tentu saja saya memanfaatkan fitur yang terakhir. Ada banyak aplikasi dan situs online ticketing kereta yang bisa menjadi kanal pembelian tiket.  Tanda bukti pembelian tiket dikirimkan dalam bentuk SMS yang berisi kode booking. Kita tinggal datang ke stasiun untuk mencetak jadi tiket fisik. Praktis banget ya?


Step I: masukkan data ke dalam komputer: kode booking, nomer identitas dan ponsel


Step II: Tiket akan tercetak, ini yang ditunjukin ke petugas